Bahasa Arab

Bahasa Arab (اللغة العربية al-lughah al-‘Arabīyyah, atau secara ringkas عربي ‘Arabī) adalah salah satu bahasa Semitik Tengah, yang termasuk dalam rumpun bahasa semitik. Dan berkerabat dengan Bahasa Ibrani dan bahasa – bahasa neo arami. Bahasa Arab memiliki lebih banyak penutur daripada bahasa-bahasa lainnya dalam rumpun bahasa Semitik. Ia dituturkan oleh lebih dari 280 juta orang sebagai bahasa pertama, yang mana sebagian besar tinggal di Timur Tengah dan Afrika Utara. Bahasa ini adalah bahasa resmi dari 25 negara, dan merupakan bahasa peribadatan dalam Islam karena merupakan bahasa yang dipakai oleh Al-Qur’an. Berdasarkan penyebaran geografisnya, bahasa Arab percakapan memiliki banyak variasi (dialek), beberapa dialeknya bahkan tidak dapat saling mengerti satu sama lain. Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub-bahasa dalam ISO 639-3. Bahasa Arab Baku (kadang-kadang disebut Bahasa Arab Sastra) diajarkan secara luas di sekolah dan universitas, serta digunakan di tempat kerja, pemerintahan, dan media massa.

Bahasa Arab Baku berasal dari Bahasa Arab Kalsik , satu-satunya anggota rumpun Bahsa Arab Utara Kuno yang saat ini masih digunakan, sebagaimana terlihat dalam inskripsi peninggalan Arab pra-Islam yang berasal dari abad ke-4. Bahasa Arab Klasik juga telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa peribadatan Islam sejak lebih kurang abad ke-6. Abjad Arab ditulis dari kanan ke kiri.

Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain dari dunia Islam, sama seperti peranan Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad pertengahan bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematik adan filsafah, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata dari bahasa Arab.

Pengaruh Arab pada bahasa lain

Seperti dengan bahasa Eropa lain, banyak kata-kata Inggris diserap dari bahasa Arab, selalunya melalui bahasa Eropa lainnya, terutama dari Spanyol dan Italia, di antaranya kosakata harian seperti “gula” (sukkar), “kapas” (quṭn) atau “majalah” (makhzen). Kata-kata lain yang sangat terkenal misalnya “aljabar”, “alkohol” dan “zenith”

Pengaruh Arab telah menjadi paling mendalam dimana pada negara yang dikuasai oleh Islam atau kuasa Islam. Arab adalah sumber kosa kata utama untuk bahasa yang berbagai seperti bahasa berber, Kurdi, Parsi, Swahili, Urdu, Hindi, Turki, Melayu, dan Indonesia, baik juga seperti bahasa lain di negara di mana bahasa ini adalah dituturkan. Contohnya perkataan Arab untuk buku /kitab/ digunakan dalam semua bahasa yang disenaraikan, selain dari Melayu dan Indonesia (dimana ia spesifiknya bermaksud “buku agama”).

Istilah jarak pinjaman dari terminologi agama (seperti Berber taẓallit “sembahyang” (salat), istilah akademik (seperti Uighur mentiq “logik”), barang ekonomik kata hubung (seperti Urdu lekin “tetapi”.) Kebanyakan aneka Berber (seperti Kabyle), bersama dengan Swahili, pinjam setengah bilangan dari Arab. Kebanyakan istilah agama yang digunakan oleh Muslim seluruh dunia adalah pinjaman terus dari Arab, seperti salat ‘sembahyang’ dan imam ‘ketua sembahyang’. Dalam bahasa yang tidak terus dalam perhubungan dengan Dunia Arab, kata pinjaman Arab selalu diperantarakan oleh bahasa lain berbanding dari menjadi dipindahkan terus dari Arab; contohnya, kebanyakan kata pinjama Arab dalam Urdu dimasukkan melalui Parsi, dan banyak kata pinjaman Arab yang lebih tua dalam Hausa telah dipinjam dari Kanari.

Huruf-huruf dalam bahasa Arab

Distribusi bahasa Arab sebagai bahasa resmi tersendiri (hijau) dan sebagai salah satu dari dua atau lebih bahasa resmi (biru)

 

Huruf Pengucapan
ا alif
ب ba
ت ta
ث tsa
ج jim
ح ha
خ kha
د dal
ذ dzal
ر ra
ز zay/za’
س sin
ش syin
ص shod
ض dhod
ط tho
ظ zho’
ع ‘ain
غ ghain
ف fa
ق qof
ك kaf
ل lam
م mim
ن nun
و wawu
هـ ha
لا lam alif
hamzah
ي ya

Dialek

“Arab Umum” atau “Al-‘Arabiyyah Al-‘Ammiyah” adalah bahasa Arab yang dipakai dalam percakapan sehari-hari di dunia Arab, dan amat berbeda dengan Bahasa Arab tulisan. Perbedaan dialek paling utama ialah antara Afrika Utara (Magribi) dan bagian Timur Tengah (Hijaz). Faktor yang menyebabkan perbedaan dialek bahasa Arab ialah pengaruh substrak (bahasa yang digunakan sebelum bahasa Arab datang). Seperti misalnya pada kata yakūn (artinya “itu”), di Irak disebut aku, di Palestina fih, dan di Magribi disebut kayən.

Daftar dialek utama di Arab adalah sebagai berikut:

1. Dialek Mesir : Dipakai oleh sekitar 76 juta rakyat Mesir
2. Dialek Maghribi : Dipakai oleh sekitar 20 juta rakyat Afrika Utara.
3. Dialek Livantine : Disebut juga Dialek Syam. Dipakai di Syria, Palestina, Lebanon dan
Gereja Maronit Siprus.
4. Dialek Iraq : Mempunyai perbedaan khusus, yaitu perbedaan dialek di utara dan
selatan Iraq
5. Dialek Arab Timur : Dipakai di Oman, di Arab Saudi dan di Irak bagian Barat.
6. Dialek Teluk : Dipakai di daerah Teluk, yaitu di Qatar, Unu Emirat Arab dan Saudi
Arabia.

Sementara beberapa dialek lainnya adalah:

1. Dialek Hassania : Dipakai di Mauritania dan Sahara Barat
2. Dialek Sudan : Dipakai di Sudan dan Chad
3. Dialek Hijazi : Dipakai di daerah barat dan utara Arab Saudi dan timur Yordania
4. Dialek Najd : Dipakai di Najd, Arab Saudi
5. Dialek Yamani : Dipakai di Yaman
6. Dialek Andalus : Dipakai di Andalus sampai abad ke-17
7. Dialek Sisilia : Dipakai di Sisilia

Lafal

Vokal

Bahasa Arab memiliki tiga abjad vokal, yaitu: a [ɛ̈],i [ɪ], u [ʊ]. Selain itu bahasa Arab juga memiliki dua Diftong

” Diftong ” Artinya Diftong, adalah dua vokal yang diucapkan sekaligus. Diftong, adalah vokal lganda. Misalkan dalam bahasa Indonesia ada diftong berikut: /ay/ (“santai”), /aw/ (” kerbau”) dan /oy/ (“koboi”). Beberapa deret vokal bukan merupakan diftong misalnya buah, lauk, daur, daun, semua, mencintai.

Konsonan

Berikut ini penjelasan tentang konsonan dalam Bahasa Arab:

  1. 1.[ʤ] kadang disebut [ɡ] di Mesir dan Yaman Selatan. Di daerah Afrika Utara dan di Syam diucapkan menjadi [ʒ].
  2. /l/ diucapkan [lˁ] hanya dalam kata Allah
  3. /ʕ/ biasanya sebagai akhiran fonetik

Bahasa Arab juga memiliki penekanan, yang disebut tashdid. Penekanan tashdid hanya terjadi di konsonan. Sementara itu, penekanan pada huruf vokal juga terjadi, disebut harkat panjang. Seperti misalnya pada kata KAA-tib (penulis), terjadi penekanan pada huruf vokal, yaitu pemanjangan harkat. Lalu, contoh lainnya yaitu, ma-JAL-LA (majalah), terjadi penekanan pada huruf “La” dimana la merupakan konsonan, dan mendapat penekanan dobel tashdid.

Tata bahasa

Kata benda dalam bahasa Arab dibagi tiga macam yaitu nominatif, akuasif, dan genitif. Bahasa Arab memiliki dua jenis kelamin (Muanats [P] dan Mudzakar [L]). Kata kerja dalam Bahasa Arab memiliki tiga waktu (zaman) (lampau [madli], sekarang [haal], dan masa depan [mustaqbal]).

Kata kerja dalam bahasa Arab dibagi menjadi empat, madli, mudlari’, amar dan nahi. Masing-masing kata kerja dibagi lagi sesuai dengan pelakunya, jumlah dan jenis kelamin. Sementara itu, kata sifat atau adjektiva dalam bahasa Arab dibagi sesuai dengan bentuknya, setiap bentuk terbagi lagi sesuai jumlah dan jenis kelamin. Kata ganti dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga, kata ganti orang ketiga [ghaib], orang kedua [mukhatab] dan orang pertama [mutakallim].

Sistem Penulisan

Arab yang kadang-kadang disebut abjad hija’iyah, berasal dari aksara Aramaik (dari bahasa Syria dan Nabatea), dimana abjad Aram terlihat kemiripannya dengan abjad Koptik dan Yunani. Terlihat perbedaan penulisan antara Magribi dan Timur Tengah. Diantaranya adalah penulisan huruf qaf dan fa. Di Maghribi, huruf qaf dan fa dituliskan dengan memiliki titik dibawah dan satu titik diatasnya.

Kaligrafi

Setelah perubahan dan penetapan pada Abjad Arab oleh Khalil bin Ahmad al Farahidi pada tahun 786, banyak macam tulisan yang dibentuk yang dikenal dengan nama kaligrafi. Kaligrafi Arab ini berfungsi sebagai cara penulisan di Al-Qur’an dan juga sebagai dekorasi. Biasanya dipakai juga dalam penulisan hadist dan peribahasa Arab.

Penerjemahan lafal

Penerjemahan bahasa Arab ke abjad Latin biasanya memakai standar yang berbeda, diantaranya: metode untuk menggambarkan bahasa Arab ke abjad Latin secara akurat dan efisien. Beberapa metode ilmiah dalam penerjemahan lafal Bahasa Arab memperbolehkan pembaca untuk melafalkan Bahasa Arab secara tepat dengan menyesuaikannya dengan Abjad Arab. Militer Amerika Serikat telah membuat sistem yang berkaitan dengan penerjemahan lafal berbahasa Arab, yaitu Standard Arabic Technical Transliteration System.

Lembaga bahasa

Akademi Bahasa Arab telah berdiri di beberapa negara berbahasa resmi Arab. Lembaga Bahasa Arab yang paling aktif diantaranya di Damaskus, Kairo dan Rabat. Lembaga ini bertugas mengatur pengembangan bahasa, menerjemahkan kata baru, dan membuat entri kata baru bahasa Arab di kamus. Lembaga juga menerbitkan manuskrip tua dan bersejarah dalam bahasa Arab dan itu semua menunjukkan bahwa bahasa arab begitu sulit hingga negara sejenis amerika saja mengalami kesulitan mempelajarinya.

Pembelajaran bahasa Arab

Bahasa Arab menarik minat jutaan penduduk dunia untuk mempelajarinya, karena sebagian istilah Islam berasal dari bahasa Arab. Bahasa Arab juga telah diajarkan di Pesantren-pesantren Indonesia. Banyak universitas internasional dan beberapa sekolah menengah internasional telah mengajarkan Bahasa Arab (Arabic as Foreign Language). Bahasa Arab berkembang semakin luas dengan munculnya software, siaran TV berbahasa Arab, dan pembelajaran online

courtesy : id.wikipedia.org dengan beberapa editing seperlunya.

Referensi :

  1. ^ a b Procházka, 2006.
  2. ^ Ethnologue (1999)
  3. ^ Wright, 2001, p.492.
  4. ^ Versteegh, Kees (1997), The Arabic Language, hlm. 33. Edinburgh University Press, ISBN 9004177027.

Back to Pengertian Sejarah >>>

« »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s