KH Muhammad Cholil Bisri

KH. Cholil Bisri

KH Muhammad Cholil Bisri (12 Agustus 194223 Agustus 2004) merupakan seorang sosiolog dan politikus Indonesia. Dia merupakan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Ia ikut mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Sosok

Ayahnya seorang pendiri pesantren yang terkenal sesudah Kyai Cholil Bangkalan, Kyai Tremas dan Kyai Hasyim Asy-arie Tebuireng. Pada saat itu Kyai Cholil dibantu oleh dua kyai yaitu Kyai Mas’ud dan Kyai Mastur, mbahnya. Ketika mbahnya wafat, mereka pindah ke Desa Leteh, masih di sekitar Rembang juga. Sampai sekarang ia masih tinggal di situ.

Ia tamat Sekolah Rakyat 6 Kartioso, hanya 5 tahun. Sebab ia langsung diterima di kelas dua, karena ia tidak mau satu kelas dengan adiknya (Mustofa), yang pada saat bersamaan masuk kelas satu.

Ketika itu terjadi peristiwa PKI di Madiun 1948. Ayahnya termasuk orang yang diburu oleh PKI saat itu. Sehingga mereka harus mengungsi ke arah timur, tepatnya ke Pare, sekitar Kediri. Pada masa pegungsian itu, ayahnya punya usaha kecil, membuat kertas daur ulang. Dari kertas bekas koran diolah menjadi bubur, dibentuk dan dijemur menjadi kertas. Kemudian dipotong untuk dibuat kertas buku-buku catatan kecil (notes). Lalu dijual. Cholil Bisri sendiri sering ikut menjualnya. Di sini jiwa wirausahanya mulai terbangun.

Setahun setelah itu, ketika keamanan sudah pulih, mereka kembali lagi ke Rembang. Tahun 1950 ia melanjutkan sekolah SR dan tamat tahun 1954. Tahun 1956 ia diminta ayahnya pergi ke Krapyak, Yogyakarta, tinggal di Pesantren Ali Mas’shum. Selama satu tahun tinggal di Krapyak, ia merasakan betapa demokratisnya Kyai Ali Mas’shum. Ia pun merasa cukup dimanjakan oleh Kyai Ali. Kemudian, ia kembali ke Rembang, bertepatan kedatangan Kyai Mahrus yang masih satu generasi dengan ayahnya. Teman ngaji ayahnya ketika masih kecil. Kyai Ma’rus berbicara dengan ayahnya dan meminta agar ia ikut bersamanya ke Kediri. Akhirnya 1957 ia berangkat ke Kediri. Tapi hanya satu tahun. Kemudian ia kembali lagi dibawa oleh Kyai Ali ke Krapyak.

Pada Pemilu 1982, ia diminta untuk menjadi anggota DPRD tingkat I. Tetapi ia tolak. Karena ia mempuyai pesantren yang harus diurus. Waktu itu ia hanya mau di DPRD tingkat II, seumur hidup. Tawaran menjadi anggota DPRD Tingkat I itu diserahkan kepada adiknya, Mustofa. Adiknya menerima tawaran itu setelah didorong dengan berbagai penjelasan.

Pada tahun 1992, ia mulai merasa jenuh di DPRD Tingkat II. Sementara ia ditawarkan oleh ketua wilayah untuk masuk ke tingkat I. Tapi ia malah berpikir untuk masuk ke DPR RI. Dan pada tahun itu ia menjadi anggota DPR RI dari PPP.

Akhir Hayat

Kiai Haji Cholil Bisri (62), Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Senin (23/8)malam pukul 20.40 meninggal di rumahnya di Kampung Leteh, Kota Rembang, Jawa Tengah. Almarhum yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, itu meninggalkan, seorang istri Hj Muhsinah, delapan anak, dan sejumlah cucu. Rencana pemakaman dilaksanakan Selasa siang ini di Pemakaman Keluarga Bisri Mustofa di Kota Rembang.Dokter Sugeng Ibrahim menuturkan, kepergian Wakil Ketua Dewan Syuro Dewan Pimpinan Pusat PKB itu dalam suasana tenang, damai, bagai seorang yang tengah tidur nyenyak. “Beliau meninggal akibat sakit kanker hati yang diderita sejak lama. Sepuluh menit menjelang ajal, beliau sempat berbisik kepada Gus Tutut (Yaqut Cholil Qoumas, putra Cholil Bisri), tapi saya tidak mendengar apa yang dibisikkan,” tuturnya. Saat detik-detik mengembuskan napas terakhir, Cholil Bisri selain didampingi Sugeng Ibrahim, juga didampingi kedua anaknya, Gus Tutut dan Gus Ipul, yang masing-masing didampingi istri. Saat itu ada juga Dahlan, salah satu santri Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin. Cholil Bisri Jumat pagi sekitar pukul 10.15 tiba di Stadion Krida (Rembang) dengan pesawat helikopter, lalu dengan mobil ambulans diangkut ke rumah pribadinya. Sebelumnya, ia dirawat di Rumah Sakit MMC, Jakarta. Menurut Ny Eny, menantu Choli Bisri, sebenarnya keluarga sepakat membawanya berobat ke Beijing karena hanya dokter dari China yang sanggup mengobatinya. Dokter ahli dari Singapura dan Australia menyatakan tidak sanggup. “Tetapi Abah menolak dan memilih kembali saja ke Rembang,” tuturnya. Ia menambahkan, Cholil Bisri, kakak kandung KH Mustofa Bisri, sejak Mei sakit dan dirawat di Rumah Sakit Umum Karyadi, Semarang. Cholil lalu dibawa ke MMC, tetapi kondisinya tidak bertambah baik dan malahan minta dirawat di rumah saja. “Abah tampaknya sudah pasrah,” ujar istri Gus Tutut. Wakil Ketua Fraksi Utusan Golongan MPR Harun Kamil mengaku terkejut mendengar Cholil Bisri meninggal. Ia menilai Cholil Bisri adalah sosok pemimpin yang langka. Selain memiliki pengetahuan agama mendalam, berwawasan luas, Cholil juga memiliki pergaulan luas dengan berbagai kelompok. (sup/J13/sut)

source of information :
http://id.wikipedia.org/wiki/ dan http://www.mail-archive.com/kompas-cetak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: