Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)

A. DASAR PEMIKIRAN
Ummat Islam sebenarnya memiliki banyak keunggulan seperti SDM yang besar dengan tradisi keilmuan yang tinggi. ummat Islam memiliki potensi besar untuk maju dan berkembang. Namun potensi yang besar tersebut tidak disadari dan tidak termanfaatkan serta tidak dimanag dengan baik, sehingga menyebabkan mayoritas ummat Islam masih hidup dalam keterbelakangan dan kelemahan luar biasa dalam berbagai bidang.
Kondisi masyarakat Islam di pasuruan yang mayoritas adalah warga nahdliyin juga masih menghadapi masalah sosial seperti kemiskinan, banyaknya pengangguran dan rendahnya pendidikan. Dengan adanya kondisi tersebut, banyak dari mereka yang menjadi pembantu rumah tangga, kuli, atau TKI dan juga TKW. Masalah yang timbul selanjutnya adalah terbengkalainya masalah keluarga, yakni tingginya angka perceraian dan terabaikannya hak anak, termasuk rendahnya pendidikan anak dan rendahnya kesehatan anak.
Antara kemiskinan dan pendidikan memang merupakan mata rantai yang sulit dilepaskan, apakah kemiskinan terlebih dulu ada ataukah pendidikan rendah yang dulu ada sehingga menyebabkan kemiskinan? terlepas dari itu semua, keduanya (kemiskinan dan rendahnya pendidikan) merupakan persoalan sosial yang ada di kabupaten Pasuruan yang masih belum terselesaikan dengan baik. Hal ini disebabkan beberapa hal, yaitu :
1. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diyakini dan seharusnya sebagai lokomotif pembangunan daerah, ternyata faktanya belum berpihak untuk kepentingan rakyat.
2. Lemahnya akses masyarakat terhadap hasil pembangunan, sehingga masyarakat belum dapat menikmatinya.
3. Belum optimalnya pengetahuan masyarakat tentang teknologi tepat guna, sehingga potensi-potensi lokal belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
4. Program pemerintah yang tidak tepat sasaran dan atau tidak sesuai kebutuhan masyarakat, karena kebijakan pemerintah hanya berorientasi menghabiskan anggaran, dan tidak dilakukan kajian yang mendalam terlebih dahulu tentang kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Sebenarnya apabila merujuk pasal 28i (perubahan kedua tahun 2000 UUD 1945) yang menyatakan bahwa perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggungjawab negara terutama pemerintah, maka persoalan yang dihadapi masyarakat di Kabupaten pasuruan ini merupakan kewajiban dari pemerintah untuk menyelesaikannya. Disinilah perlu dijembatani antara masyarakat bawah dengan pengambil kebijakan.
Seiring hal tersebut di atas, NU terdorong untuk mengaktualisasikan sekaligus meningkatkan peranserta dan sumbangsihnya kepada pembangunan bangsa dan negara baik dalam bidang ekonomi, pendidikan maupun sosial. Semangat rahmatan lilalamin yang menjadi slogan NU perlu dicarikan model praktisnya yang ada dalam konsep Islam hadhari atau Islam berperadaban.
Oleh sebab itu NU terpanggil untuk menghimpun para sarjana dalam organisasi bernama ISNU sebagai badan otonom untuk turut menyelesaikan persoalan bangsa tersebut di atas. Untuk itu eksistensi ISNU haruslah sinergi dengan organisasi NU, sehingga gerakan yang akan dilakukan oleh ISNU pun juga gerakan yang bernafas da’wah bil hal sebagaimana yang diamanatkan oleh NU.

B. VISI, MISI DAN TUJUAN
Visi ISNU adalah terwujudnya organisasi kemasyarakatan berbasis sarjana dan intelektual yang unggul dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat nahdliyin. Adapun misi ISNU adalah:
1. Mewujudkan generasi NU yang berbobot baik secara keilmuan, keimanan dan ketaqwaan, keagungan akhlak, maupun profesionalismenya,
2. Mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan turut serta meningkatkan taraf pendidikan, sosial dan ekonomi.
3. Merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada penyelesaian masalah publik.
Tujuan didirikan ISNU adalah :
1. Menjadi pusat research and development (laboratorium) perumusan kebijakan publik warga nahdliyin.
2. Membantu NU dalam mencari solusi permasalahan bangsa pada umumnya dan masyarakat NU pada khususnya
3. Membantu meningkatkan bobot kualitas kegiatan NU dalam mencapai dan memperjuangkan kesejahteraan ummat dan masyarakat dalam wadah negara kesatuan RI.
4. Menyelenggarakan berbagai kegiatan pemikiran, penelitian dan pengkajian inovatif, strategis dan antisipatif.
5. Memperkaya muatan ilmiah kegiatan NU di berbagai bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

C. AZAS DAN LANDASAN
Azas dan landasan ISNU Kabupaten Pasuruan meliputi landasan teologis, konstitusional dan operasional, dengan jabaran sebagai berikut:
1. Landasan Teologis berupa nilai-nilai dan prinsip-prinsip universal yang bersumberkan pada al-Qur’an dan al-Sunnah, serta berhaluan ahlu al-sunnah wa al-jama’ah.
2. Landasan Konstitusional berupa pasal 28 UUD 1945 tentang kebebasan berserikat dan berkumpul, dan juga bab XA pasal 28C tentang hak mengembangkan diri, memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan kualitas hidup dan demi kesejahteraan ummat manusia serta membangun masyarakat, bangsa dan negara. ISNU ingin bersama-sama secara kolektif mewujudkan amanah pasal tersebut.
3. Landasan operasional berupa SK Pengurus Pusat ISNU tentang Susunan Pengurus Cabang ISNU Kab. Pasuruan 2010-2013, nomor:Kep.062/PP ISNU/VI/2010. [isnupasuruankab.blogspot.com]

DEKLARASI
IKATAN SARJANA NAHDLATUL ULAMA
(ISNU)

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan rahmat Allah Subhanahu wa ta’ala. Pada hari ini Jum’at tanggal 11 Rajab 1420 Hijriyah (19 November 1999) di hotel Simpang –jalan Pemuda Surabaya dilangsungkan pelaksanaan Seminar dan Deklarasi Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). Forum ini dihadiri oleh unsur-unsur perwakilan dari PBNU, PWNU se-Indonesia, Perguruan Tinggi, Pengusaha, TNI, Praktisi Hukum, Profesional dan lain-lain.

Dalam dekade-dekade terakhir ini banyak warga Nahdlatul Ulama yang mengenyam pendidikan tinggi, baik dilingkungan pesantren salaf dan modern maupun di lembaga-lembaga pendidikan tinggi dengan beragam bidang keilmuan yang dipelajari meliputi ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum. Kenyataan ini menunjukkan bahwa warga NU bukanlah komunitas tradisional yang statis, melainkan sebuah komunitas yang dinamis, yang bisa menerima perubahan-perubahan yang membawa manfaat di samping tetap mempertahankan nilai-nilai lama yang masih dianggap relevan.

Bahwa munculnya kelompok terpelajar di lingkungan NU ini belum terorganisasi dan termanfaatkan secara maksimal. Kaum terpelajar NU itu terkesan lepas dari akar komunitasnya. Kenyataan ini sangat ironis di saat NU dan warganya sangat membutuhkan pemikiran dan kerja profesional dari kaum terpelajar guna meningkatkan kemaslahatan umat. Selain itu, kaum terpelajar dan profesional dari kalangan NU tersebut seolah-olah terlepas dari para ulama. Padahal, adanya keterkaitan yang baik antara ulama, kaum terpelajar profesional, dan pemerintah merupakan suatu modal bagi tercapainya kemaslahatan bersama.

Bahwa untuk mengatasi masalah itu, para ulama di dalam Muktamar NU ke-29 di Cipasung, Tasikmalaya Jawa Barat, telah memberi amanat kepada para PBNU untuk mengorganisasi kaum terpelajar, yaitu para sarjana dilingkungan NU. Pengorganisasian demikian sangat diperlukan, agar kaum terpelajar itu tidak tercabut dari akar kulturalnya, di samping agar mereka mampu menyumbangkan pemikiran dan manfaat lainnya bagi jam’iyah maupun jama’ah NU. Bahwa didorong oleh realitas semacam itu, serta didorong pula oleh minat untuk meningkatkan pengabdian dan pengalaman ilmu pengetahuan dan profesi, dengan senantiasa memohon rahmat, taufiq, hidayah dan inayah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kami kaum terpelajar di lingkungan NU menyatakan berdirinya organisasi Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU).

Surabaya, 19 November 1999 M
11 Rajab 1420 H

[ISNU fb]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: