LEMBAGA TA’MIR MASJID INDONESIA (HTMI)

PROFIL
LEMBAGA TA’MIR MASJID INDONESIA
NAHDHATUL ULAMA (LTMI-NU)

LATAR BELAKANG

Kontribusi masjid dalam pembentukan peradaban Islam tak terbantahkan. Bahkan, dalam sejarah Islam awal, masjid merupakan pusat peradaban. Betapa tidak, ketika Rasulullah Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah, pertama kali yang dilakukan adalah membangun masjid, lalu kemudian pasar. Dengan kata lain, peradaban Islam pada fase awal dimulai dengan terbentuknya masyarakat masjid. Masyarakat masjid inilah yang menjadi pilar utama peradaban Islam, untuk selanjutnya, peradaban Islam mendominasi peradaban dunia selama tujuh abad.

Dalam konteks Indonesia, peranan masjid tak kalah urgennya. Pusat-pusat Islam di Nusantara pada umumnya berada di kisaran masjid, madrasah dan pesantren. Kekuatan rakyat Indonesia melawan penjajahan, tak lepas dari peranan masjid. Dari masjid, wacana kemerdekaan didengungkan. Namun, perkembangan kemudian setelah Indonesia relatif lebih baik, masjid tereduksi fungsinya. Masjid hanya untuk kegiatan ibadah mahdlo: untuk salat Jumat dan lima waktu. Wacana-wacana tentang masjid sebagai sumber peradaban, memotivasi umat agar makmur dan sejahtera, relatif kurang terdengar. Lambat laun nilai-nilai kemasjidan dalam masyarakat terus berkurang. Akhirnya, seperti sekarang ini, peradaban umat manusia berada pada posisi ketidakseimbangan. Kriminalitas merajalela di mana-mana, maksiat menyerang semua panca indera kita. Manusia kembali ke perilaku jahiliyah.

Bagaimana mengembalikan peradaban umat manusia ke posisi keseimbangan? Islam sudah memberi contoh, mulailah dari masjid: membangun masyarakat masjid. Dalam kerangka itulah Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia-Nahdlatul Ulama (LTMI-NU) menempatkan perannya: membangun kembali masyarakat masjid yang sudah terbenam.

LTMI-NU sendiri, terlahir dengan nama Haiah Ta’miril Masajid Indonesia (HTMI) pada tahun 1976 sebagai lembaga di bawah naungan PBNU. Pada Muktamar NU yang ke-31, di Asrama Haji, Donohudan, Solo tahun 2004, berubah namanya menjadi LTMI-NU. Beberapa ulama yang sudah terlebih dahulu berkiprah antara lain KH Ahmad Syaikhu, KH Ayatullah Sholeh, KH Ahmad Syaihu Ratib, Prof KH Drs Irfan Zidny, dan Sutrisno Hadi. Jumlah masjid seluruh Indonesia yang di bawah jaringan LTMI-NU hingga sekarang mencapai 125.000 masjid, dari total masjid seluruh Indonesia yang kini berjumlah sekitar 700.000.

Dalam kepengurusan periode tahun 2005-2010 LTMI-NU akan memfokuskan diri untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. Membentuk generasi baru yang mempunyai wawasan Islam rahmatalil’alamien.

VISI

Masjid sebagai pusat peradaban dengan mengintegerasikan aspek ubudiyah, mu’amalah (iqtishodiyah/ekonomi), ijima’iyah (social) dan tarbiyah (education).

MISI :

• Menjadikan masjid sebagai gerakan moral dengan meningkatkan iman dan takwa dan menjadi pusat gerakan mencerdaskan umat.

• Menjadikan masjid sebagai inspirasi membangun peradaban umat dalam mewujudkan Islam rahmatan lil’lamin.

• Menjadikan masjid sebagai pusat konsolidasi ukhuwah diniyah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathaniyah.

• Menjadikan masjid sebagai instrumen mewujudkan kemaslahatan umat.

• Menjadikan masjid sebagai pusat beribadah dan juga sebagai solusi terhadap segenap persoalan yang berkembang dalam masyarakat.

GARIS BESAR PENGEMBANGAN

Garis Besar Pengembangan LTMI-NU meliputi beberapa aspek :

Peningkatan Ubudiyah

LTMI-NU akan membentuk wahana untuk meningkatkan ubudiyah (beribadah) masyarakat secara konprehensif dan lintas usia: mulai dari anak-anak hingga orang yang akan memasuki usia senja. Program pembinaan ubudiyah anak yaitu melalui TPQ/TPA yang dimodifikasi dengan kurikulum TK. Pembinaan ubudiyah remaja dan majelis ta’lim muslimat dan bapak-bapak.

Peningkatan Kualitas Pendidikan

LTMI-NU akan menjadikan masjid sebagai pusat peningkatan kualitas pendidikan, baik pendidikan formal maupun non-formal (luar sekolah). Dalam hal ini, LTMI-NU akan memaksimalkan ruangan (space) masjid sebagai sarana pendidikan, baik di dalam masjid maupun kelebihan tanah wakaf di sekitar masjid seperti model-model sekolah unggulan.

Pusat Kesehatan

LTMI-NU akan memprogramkan masjid dijadikan pusat kesehatan masyarakat. Target ke depan, setidaknya di setiap kecamatan ada masjid yang punya satu poliklinik. Jangka Panjang, program ini akan ditindaklanjuti dengan pendirian holding pengadaan obat-obatan dan alat-alat medis.

Pemberdayaan Ekonomi Umat

LTMI-NU akan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan perekonomian umat, mulai dari perkaderan interpreneur, pembentukan wadah perekonomian seperti Lembaga Keuangan Syariah Mikro (LKSM), Koperasi Masjid (Kopmas) dan Baitul Maal Masjid (BMM).

Memperluas Jaringan

LTMI-NU berusaha memperluas jaringan di berbagai daerah dan berusaha mengembangkan jaringan ke tingkat regional dan bahkan di tingkat Internasional. Dengan luasnya jaringan ia akan menjadi perekat dan sebagai instrument dalam usaha membangun masyarakat husnuttafahum (saling pengertian) baik di kalangan internal maupun di tingkat global.

Membuat Pilot Projek

LTMI-NU berusaha membuat berbagai proyek percontohan (uswatun hasanah project) masjid di berbagai daerah dan wilayah di berbagai Nusantara.

3 Tanggapan

  1. Ass.. Kepada suluruh jajaran pengurus (ta’mir) masjid NU yang saya hormati, saya:
    Nama; Yusuf Efendi S. Pd. I yang selama ini aktif dalam kajian NU dan terlahir dalam kalangan keluarga NU, menginginkan bisa aktif dalam wadah silaturrahmi,,untuk komukasi selanjutnya,bolehkah saya minta email anda, atau ini no saya 081541516837 trims wss…..

    • waalaikum salam wr.wb
      Syukron katsiron atas kunjungannya pak, sama kita juga warga Nahdlidlin 100%.
      email kami sudah tertera jelas di header atau bapak bsa buka di halaman profil/identitas madrasah.
      terima kasih.

  2. sesama muslim kita saudara maka kita harus saling membantu satu sama lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: