Teori-Teori Yang Berorientasi Kepada Teks

I. Pendekatan-Pendekatan Struktural

Pendekatan-pendekatan struktur terhadap karya sastra merupakan tanggapan terhadap pendekatan sastra selama ini yang melihat makna suatu karya berdasarkan unsur-unsur yang berada di luar karya tersebut, seperti adanya asumsi dasar yang menyatakan bahwa suatu karya yang baik menyatakan kebenaran yang dialami manusia atau pengarangnya sendiri. Pendekatan struktural mencoba membawa peneliti sastra untuk kembali melihat kepada teks sebagai sumber kajian. Teks itu sendirilah yang akan berbicara kepada peneliti dan melalui teks makna suatu karya sastra dapat dijelaskan tanpa perlu menghubung-hubungkannya dengan unsur-unsur di luar teks itu sendiri.

Dalam sebuah esei tahun 1968, Roland Barthes meletakan pandangan strukturalis  dengan sangat kuat. Ia menyatakan bahwa penulis hanya mempunyai kekuatan mencampur tulisan-tulisan yang telah ada sebelumnya, mengumpulkan, atau menyusunnya kembali. Menurut Barthes, penulis tidak dapat menggunakan tulisan untuk mengungkapkan diri mereka tetapi hanya mempergunakan kamus bahasa dan kebudayaan yang amat luas itu yang selalu telah tertulis.  Teks adalah tempat kita masuk ke dalam penyatuan secara sprituil atau humanistik dengan pikiran dan perasaan pengarang (Selden, 1991:53).

Prinsip kerja struktural berkembang dengan pesat dan memasuki wilayah berbagai disiplin ilmu setelah Saussure mengembangkan pendekatan ini dalam kajian linguistik, sehingga ia dianggap juga sebagai pakar linguistik strukturalis. Dalam bidang  sastra, kajian struktural ini dirintis oleh kaum Formalis Rusia. Namun, perkembangan struktural di Rusia berjalan sangat lambat karena terhalang oleh pelarangan Stalin.

Pada perkembangan selanjutnya, strukturalisme meluas ke luar Rusia.. Negara yang disinggahi oleh strukturalisme, antar lain, Perancis dan Amerika. Di Perancis aliran ini masuk pada tahun 60-an. Akan tetapi, di Perancis pun strukturalisme tersandung oleh penolakan Sartre yang terpengaruh oleh Marxist. Meskipun mendapat tantangan pada awalnya, strukturalisme mengalami perkembangan di Perancis.Adabeberapa nama yang tercatat sebagai pakar yang mempopulerkan strukturalisme di Perancis. Mereka adalah Levy-Strauss, Roland Barthes, Todorov, Genette, Bremond, dan Greimas (Zaimar, 990:4).

Di tangan para pakar Perancis, Strukturalisme mengalami berbagai perubahan. Greimas dan Gennete, misalnya mempertajam teori-teori ke arah struktur naratif, sedangkan Roland Barthes mengemukakan teori tentang semiologi. Untuk kepentingan penulisan ini, akan dijelaskan secara ringkas beberapa teori tersebut yang semuanya merupakan teori yang mengacu kepada teks sebagai landasan kritiknya.

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: