Guru sebagai pembentuk kepribadian

Guru dalam kapasitas sebagai pendidik profesional tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis edukatif, tapi juga harus memiliki kepribadian yang kokoh sehingga dapat menjadi sosok panutan bagi siswa, keluarga, maupun masyarakat. Guru memegang peran dan kedudukan strategis dalam mempersiapkan SDM yang berkualitas. Olehnya itu guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
 
Untuk menjalankan tugasnya sebagai pembimbing, guru harus menjadikan dirinya sebagai tempat bertanya, mengadu, meminta pendapat, berkelu kesah. Melalui bimbingan yang berlandaskan kasih sayang, siswa akan mendapatkan bimbingan untuk menjalani kehidupan, baik yang sedang dijalani saat ini, maupun bekal kehidupan di masa yang akan datang.
Seorang guru yang ramah, hangat dan selalu tersenyum, tidak memperlihatkan muka masam atau kesal, merespon pembicaraan anak didik, akan menumbuhkan kondisi psikologis yang menyenangkan bagi siswa. Siswa tidak takut berbicara, dapat mencurahkan isi hatinya  saat menghadapi masalah dan akan senang melibatkan diri dalam kegiatan di sekolah. Perilaku ini merupakan hasil dari mengikuti atau meneladani perilaku yang diperlihatkan pendidik dengan penuh kasih sayang.
Guru di sekolah bertanggung jawab membimbing anak didik menjadi pribadi bermoral, berakhlak mulia, kasih sayang terhadap sesama, dan sebagainya, sehingga guru menunjukkan sosok pribadi yang utuh, berpribadi stabil, tidak emosional, penuh kasih sayang sehingga menjadi teladan bagi anak didiknya. Dengan demikian tugas guru sebagai pembentuk kepribadian siswa di sekolah merupakan hal yang tidak mudah.
Sejalan dengan peranan guru sebagai pembentuk kepribadian siswa, menarik untuk disimak puisi Dorothy Law Nolte, berjudul Children Learn What They Live:
Anak-anak Belajar dari Kehidupannya
Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi dirinya
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Guru memiliki peran penting sebagai pembentuk kepribadian siswa. Untuk itu seorang guru wajib memiliki kompetensi pedagogik, yaitu kemampuan memahami karakteristik peserta didik, sehingga dapat membantu siswa dalam proses perkembangannya, membantu siswa menjalani kehidupan sebagai bekal masa depan. Keteladanan seorang guru tentunya amat dibutuhkan sebagai aspek utama untuk menumbuhkan kepercayaan siswa, menjadikan guru sebagai sosok yang dapat ditiru dan digugu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: