Pengumuman


Madrasah s Science Competition and Expo MEDP 2012

Madrasah Education Development Project (MORA-ADB)
                      Direktorat Pendidikan Madrasah

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
            Kementerian Agama RI 

 

Kementerian Agama RI melalui berbagai program telah berupaya meningkatkan  kualitas madrasah, khususnya dalam pengembangan pengetahuan, keterampilan  (skill) dan sikap mental untuk menciptakan regenerasi yang unggul dalam IPTEK  dan memiliki akhlakul karimah. Saat ini, terdapat ratusan bahkan lebih madrasah  yang telah memiliki sarana pembelajaran yang cukup memadai. Namun harus  diakui bahwa pemanfaatan sarana tersebut belum maksimal bahkan mungkin  sangat minimal sehingga progam-program tersebut nampaknya belum dapat  mendorong  madrasah  untuk  berprestasi  sesuai  dengan  idealisme  di  balik  program-program tersebut. Karena itu, diperlukan upaya yang berkelanjutan  untuk mendorong madrasah ke arah yang lebih baik, sesuai dengan tuntutan dan  kebutuhan  manusia  yang  berkualitas  dengan  pembanguan  manusia  dan  masyarakat Indonesia. Tagihan  terhadap  kualitas  pendidikan  memang  tidak  dapat  secara  instan  diperoleh  dalam  waktu  singkat.  Sebab,  sejumlah  terobosan  program  pengembangan  pendidikan  Islam  yang  diprakarsai  Direktorat  Jenderal  Pendidikan Islam, seperti juga pendidikan pada umumnya, adalah sebuah investasi jangka panjang (long term investment) yang setidaknya baru terlihat hasilnya dalam satu atau dua dasawarsa. Namun demikian, mengingat upaya  pengembangan pendidikan Islam sudah cukup lama dilakukan, tentu perlu ada  alat ukur untuk minimal mengetahui tingkat perkembangan dari serangkaian  upaya tersebut. Perolehan break event point  (BEP) terhadap puluhan hingga ratusan milyar anggaran negara yang telah dipergunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam secara nasional, khususnya madrasah dalam jangka pendek dapat diketahui dengan alat ukur pencapaian prestasi akademik siswa-siswanya. Penyelenggaraan kompetisi antar siswa madrasah dalam hal ini merupakan momentum untuk mengetahui  tingkat  keberhasilan  dari  investasi  pendidikan  di  madrasahmadrasah tersebut, terutama pada bidang sains.  Sebagai  sebuah  alat  ukur,  memang  patut  disadari  kompetisi  sains  belum  memenuhi kaidah penilaian yang ketat. Karena sebuah kompetisi hanya dapat  mengukur tingkat pencapaian hasil belajar siswa setidaknya dari sisi kognitif.  Sementara pengukuran hasil belajar yang utuh dan menyeluruh tidak hanya  memasukkan instrumen penilaian pada tingkat kognisi atau intelektualitas,  melainkan juga afeksi (sikap) dan psikomotor (tindakan) dari hasil belajar siswa. Meskipun demikian, misi di balik penyelenggaraan kompetisi sains ini tidak  semata-mata menjadi sebuah alat ukur untuk mengetahui prestasi atau capaian  hasil belajar siswa secara kognitif. Ada sejumlah tujuan dan maksud lain yang  ingin dicapai melalui penyelenggaraan kegiatan kompetisi sains ini. Salah satu  yang paling penting adalah sebagai media pencitraan pendidikan Islam pada  tingkat nasional, sehingga mendorong kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan Islam di Indonesia. Selain itu, momentum    kompetisi    juga    dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan  semangat  berprestasi  terutama  di  kalangan  siswa  madrasah. Dengan terciptanya iklim kompetitif di antara madrasah-madrasah,  secara multiplier effect dapat membentuk habit dan kultur akademik yang kuat di  kalangan siswa.

Download panduan lengkapnya DISINI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: