Bahan ajar Penelitian Tindakan Kelas

KONSEP DASAR DAN PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Menurut Kemmis (1988), penelitian tindakan adalah suatu bentuk peneli- tian refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktik yang dilakukan sendiri. Dengan demikian, akan diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik dan situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan. Terdapat dua hal pokok dalam penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini akan mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu; (1) untuk memperbaiki praktik; (2) untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman para praktisi terhadap praktik yang dilaksana- kannya; serta (3) untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan.

Komponen-komponen di dalam kelas yang dapat dijadikan sasaran PTK adalah sebagai berikut.

  1. Siswa, antara lain perilaku disiplin siswa, motivasi atau semangat belajar siswa, keterampilan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah dan lain-lain.
  2. Guru, antara lain penggunaan metode, strategi, pendekatan atau model pembelajaran.
  3. Materi pelajaran, misalnya urutan dalam penyajian materi, pengorganisasian materi, integrasi materi, dan lain sebagainya. 
  4. Peralatan atau sarana pendidikan, antara lain pemanfaatan laboratorium, penggunaan media pembelajaran, dan penggunaan sumber belajar.
  5. Penilaian proses dan hasil pembelajaran yang ditinjau dari tiga ranah (kognitif, afektif, psikomotorik).
  6. Lingkungan, mengubah kondisi lingkungan menjadi lebih kondusif misalnya melalui penataan ruang kelas, penataan lingkungan sekolah, dan tindakan lainnya.
  7. Pengelolaan kelas, antara lain pengelompokan siswa, pengaturan jadwal pelajaran, pengaturan tempat duduk siswa, penataan ruang kelas, dan lain sebagainya.

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Pendidikan karakter bangsa

10 tanda-tanda zaman sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran,  yaitu:(Lickona. Educating for Character: How our school can teach respect & responsibility., New York Bantam Books, 1992:12-22)

1.  Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja;
2.  Membudayanya ketidak jujuran;
3.  Sikap fanatik terhadap kelompok/peer group;
4.  Rendahnya rasa hormat kepada orang tua & guru;
5.  Semakin kaburnya moral baik & buruk;
6.  Penggunaan bahasa yang memburuk;
7.Meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol, & seks bebas;
8.Rendahnya rasa tanggung jawab sebagai individu & sebagai warga  negara;
9.  Menurunnya etos kerja & adanya rasa saling curiga;
10. Kurangnya kepedulian di antara sesama.

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, taufiq, dan hidayahNya, sehingga Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyelesai­kan Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar ini dikembangkan oleh tim adhoc selama delapan bulan pada tahun 2006. Tim adhoc ini dibentuk oleh BSNP, dan anggota tim ini terdiri dari para ahli dan praktisi bidang pendidikan. Alhamdulillah standar proses ini telah menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 41 tahun 2007, tentang Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pengembangan standar proses ini melalui perjalanan yang cukup panjang yaitu: temu awal, pengakajian bahan da­sar, pengumpulan data lapangan, pengolahan data lapangan, penyusunan naskah akademik, per,.yusunan draf standar, re­viu draf standar dan naskah akademik, validasi draf standar dan naskah akademik, lokakarya pembahasan draf standar dan naskah akademik, pembahasan draf standar dengan Unit Utama Depdiknas, finalisasi draf standar dan naskah akademik untuk uji publik, uji publik yang melibatkan pihak-pihak terkait dalam skala yang lebih luas, finalisasi draf standar dan naskah akademik, dan terakhir rekomendasi draf final standar proses dan naskah akademik. BSNP juga membahas dalam setiap perkembangan draf standar dan naskah akademik.

BSNP menyampaikan penghargaan dan ucapan terima­kasih kepada semua anggota tim ad hoc yang telah bekerja giat dengan semangat yang tinggi serta kepada semua pihak yang telah memberi masukan pada draf standar proses dan naskah akademiknya. Semoga buku ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pendidikan di setiap ting­kat dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Jakarta, November 2007,

Ketua,

Prof. Djemari Mardapi, Ph.D

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Teori-Teori Yang Berorientasi Kepada Teks

I. Pendekatan-Pendekatan Struktural

Pendekatan-pendekatan struktur terhadap karya sastra merupakan tanggapan terhadap pendekatan sastra selama ini yang melihat makna suatu karya berdasarkan unsur-unsur yang berada di luar karya tersebut, seperti adanya asumsi dasar yang menyatakan bahwa suatu karya yang baik menyatakan kebenaran yang dialami manusia atau pengarangnya sendiri. Pendekatan struktural mencoba membawa peneliti sastra untuk kembali melihat kepada teks sebagai sumber kajian. Teks itu sendirilah yang akan berbicara kepada peneliti dan melalui teks makna suatu karya sastra dapat dijelaskan tanpa perlu menghubung-hubungkannya dengan unsur-unsur di luar teks itu sendiri.

Dalam sebuah esei tahun 1968, Roland Barthes meletakan pandangan strukturalis  dengan sangat kuat. Ia menyatakan bahwa penulis hanya mempunyai kekuatan mencampur tulisan-tulisan yang telah ada sebelumnya, mengumpulkan, atau menyusunnya kembali. Menurut Barthes, penulis tidak dapat menggunakan tulisan untuk mengungkapkan diri mereka tetapi hanya mempergunakan kamus bahasa dan kebudayaan yang amat luas itu yang selalu telah tertulis.  Teks adalah tempat kita masuk ke dalam penyatuan secara sprituil atau humanistik dengan pikiran dan perasaan pengarang (Selden, 1991:53).

Prinsip kerja struktural berkembang dengan pesat dan memasuki wilayah berbagai disiplin ilmu setelah Saussure mengembangkan pendekatan ini dalam kajian linguistik, sehingga ia dianggap juga sebagai pakar linguistik strukturalis. Dalam bidang  sastra, kajian struktural ini dirintis oleh kaum Formalis Rusia. Namun, perkembangan struktural di Rusia berjalan sangat lambat karena terhalang oleh pelarangan Stalin.

Pada perkembangan selanjutnya, strukturalisme meluas ke luar Rusia.. Negara yang disinggahi oleh strukturalisme, antar lain, Perancis dan Amerika. Di Perancis aliran ini masuk pada tahun 60-an. Akan tetapi, di Perancis pun strukturalisme tersandung oleh penolakan Sartre yang terpengaruh oleh Marxist. Meskipun mendapat tantangan pada awalnya, strukturalisme mengalami perkembangan di Perancis.Adabeberapa nama yang tercatat sebagai pakar yang mempopulerkan strukturalisme di Perancis. Mereka adalah Levy-Strauss, Roland Barthes, Todorov, Genette, Bremond, dan Greimas (Zaimar, 990:4).

Di tangan para pakar Perancis, Strukturalisme mengalami berbagai perubahan. Greimas dan Gennete, misalnya mempertajam teori-teori ke arah struktur naratif, sedangkan Roland Barthes mengemukakan teori tentang semiologi. Untuk kepentingan penulisan ini, akan dijelaskan secara ringkas beberapa teori tersebut yang semuanya merupakan teori yang mengacu kepada teks sebagai landasan kritiknya.

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Penilaian Pembelajaran Bahasa Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang

Kegiatan pembelajaraan, termasuk pembelajaran bahasa merupakan usaha yang persiapan dan pelaksanaannya meliputi berbagai bagian dan tahapan. Kegiatan pembelajaran tidak semata-mata terbatas pada interaksi belajar mengajar antara siswa dan guru di ruang kelas, meskipun kegiatan ini merupakan bagian terbesar dan memerlukan waktu terbanyak. Selain kajian dan identifikasi terhadap kebutuhan yang harus dipenuhi dan tujuan yang harus dicapai, kegiatan pembelajaran menyangkut pula penilaian, di samping pemilihan bahan ajar, metode, dan teknik pembelajaran.

Pernahkah Anda mengalami kesulitan ketika melakukan penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran? Bila Anda menyatakan “ya” sebenarnya pengalaman Anda tidak sendiri.  Banyak permasalahan-permasalahan dalam penilaian pembelajaran yang dihadapi guru, baik yang ada di SD sebagai guru kelas maupun di SMP sebagai guru mata pelajaran mengalami kesulitan yang sama.  Bagaimana upaya untuk mengatasi masalah yang Anda hadapi ini?

Salah satu tugas guru sebagai agen pembelajaran sebagaimana yang ditetapkan dalam PP 19/2005 adalah tugas melakukan penilaian pembelajaran selain tugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Penilaian pembelajaran merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran.

Terdapat bermacam-macam teknik dan alat penilaian dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa Indonesia. Teknik dan alat penilaian yang diterapkan hendaknya disesuaikan dengan tujuan dan sasaran penilaian, situasi, dan kondisi lingkungan siswa, serta kompetensi dasar yang harus dikuasai  seperti yang telah tercantum dalam kurikulum. Hal-hal yang berkaitan dengan penilaian seperti tersebut hendaknya lebih dipahami lebih terperinci sehingga pemahaman terhadap penilaian dan pelaksanaannya akan lebih baik.

Selain itu, dalam kegiatan penilaian hendaknya disiapkan soal atau alat penilaian yang tepat. Alat penilaian yang dipersiapkan secara baik, hasilnya di antaranya dapat memberikan informasi yang setepat-tepatnya. Misalnya, dapat memprediksi atau menentukan tingkat kemampuan setiap siswa dalam memahami materi pembelajaran yang telah diberikan dan dapat  mencerminkan penguasaan kompentensi dasarnya. Selain  harus dipersiapkan secara baik, alat penilaian juga perlu dipersiapkan secara teratur. Alat penilaian yang dipersiapkan secara teratur menunjukkan bahwa pelaksanaan program belajar  dipersiapkan atau dipantau secara teratur. Oleh karena itu, agar hasil penilaian dapat memberikan informasi yang setepat-tepatnya, maka mutu soal atau alat penilaian harus dapat dipertanggungjawabkan dengan cara mempersiapkannya secara baik dan teratur.

B.       Tujuan

Modul ini membahas tentang penilaian, khususnya penilaian dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan dapat memahami konsep dan proses penilaian dalam pembelajaran bahasa Indonesia, yang secara khusus dapat dirinci dalam bentuk-bentuk perilaku berikut ini.

  1. Menjelaskan  standar penilaian pendidikan
  2. Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran bahasa Indonesia.
  3. Menganalisis dan menginterpretasi hasil penilaian

C.       Ruang Lingkup

Ruang lingkup pembahasan topik penilaian pembelajaran meliputi subtopik (1) Standar Penilaian Pendidikan dan (2) Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran.

Pada subtopik Standar Penilaian Pendidikan, Anda akan diajak untuk mengkaji, mendiskusikan, dan/atau memberi tanggapan terhadap penjelasan tentang pengertian standar penilaian pendidikan, rasional adanya standar penilaian, dan prinsip-prinsip penilaian pendidikan sesuai dengan Permendiknas Nomor 20 tahun 2007. Pada subtopik Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran, Anda akan diajak untuk mengkaji dan memilih serta menerapkan jenis instrumen penilaian pembelajaran yang cocok dengan target hasil belajar dan kompetensi dasar yang dipilih oleh guru. Sedangkan, pada subtopic analisis dan interprtasi hasil penilaian, Anda akan dilatih menganalisis intrumen penilaian baik secara kualitatif maupun kuantitatif..

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Selamat melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan bagi Guru Bahasa Indonesia. Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesioanal. Modul ini berisi materi Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya membahas tentang pembelajaran kontekstual/ Contextual Teaching and Learning (CTL).

Perlu Bapak, Ibu guru ketahui, bahwa sejauh ini pendidikan kita masih didomonasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihapal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu, diperlukan sebuah strategi belajar ‘baru’ yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri.

            Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak ‘mengalami’ apa yang dipelajarinya, bukan ‘mengetahuinya’. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi ‘mengingat’ jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Hal itulah yang terjadi di kelas-kelas sekolah kita!

            Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru (pengetahuan dan keterampilan) datang dari ‘menemukan sendiri’, bukan dari ‘apa kata guru’. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.

            Kontekstual hanya sebuah strategi pembelajaran. Seperti halnya strategi pembelajaran yang lain, kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna. Pendekatan kontekstual dapat dijalankan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan yang ada.

            Pembelajaran kontekstual/CTL adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment), refleksi (reflection).

            Sebuah kelas dikatakan menggunakan CTL jika menerapkan ketujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya.

B.           Tujuan

Modul ini membahas tentang  Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah, materi yang dibahas lebih terfokus pada pembelajaran kontekstual/CTL. Setelah mempelajari materi ini diharapkan peserta diklat  mampu menjelaskan dan menerapkan:

  1. Pengertian strategi, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
  2. Pendekatan Contextual Teaching Learning/kontekstual.
  3. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia.
  4. Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia.

C.      Ruang Lingkup

Agar dapat tercapai tujuan tersebut di atas, dalam modul ini akan disajikan pembahasan mengenai:

  1. Pengertian pendekatan, metode, teknik, dan strategi.
  2. Pengertian pendekatan Contextual Teaching Learning/kontekstual.
  3. Karakteristik dalam proses pembelajaran CTL.
  4. Langkah-langkah praktis menggunakan strategi pembelajaran berdasarkan CTL.
  5. Jenis-Jenis Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia.

Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia

Selengkapnya bisa anda download disini

Metodologi Pembelajaran bahasa Indonesia

Terima kasih telah mengunduh  semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Ketrampilan dan Pembelajaran Menulis

I. PENDAHULUAN

     A.     Latar Belakang

Saudara, apakah yang  Anda bayangkan ketika mendengar kata menulis? Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh seseorang sebagai orang profisional karena menulis berkaitan erat dengan keterpelajaran  seseorang. Mereka dituntut terampil menulis. Terampil menulis  tidak diperoleh  secara serta-merta. Seseorang yang ingin terampil menulis haruslah berlatih secara terus menerus dengan sistematis, misalnya berlatih dari yang mudah ke yang sukar, secara produktif, disiplin,  terpimpin, dan terkontrol. Makin banyak seseorang menulis, makin tinggi keterampilan dalam menulis

       Dewasa ini, keterampilan menulis para siswa MTs masih sangat memprihatikan. Tulisan/karangan mereka banyak yang kurang sesuai dengan aturan penulisan.  Baik dari segi ejaan, tata tulis, maupun tata kalimat. Oleh sebab itu, pembelajaran menulis, di sekolah (khususnya MTs) perlu mendapat perhatian.

Berdasarkan hal tersebut di atas, Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, secara lisan maupun tulisan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan.

 Standar kopetensi pelajaran bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan keterampilan berbahasa dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. 

Dengan diberlakukannya standar kompetensi dan kompetensi dasar diharapkan; (1) peserta didik dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya, serta dapat menumbuhkan penghargaan terhadap hasil karya kesastraan dan hasil intelektual bangsa sendiri, (2) guru dapat memusatkan perhatian kepada pengembangan kompetensi bahasa peserta didik dengan menyediakan berbagai kegiatan berbahasa dan sumber belajar, (3) guru lebih mandiri dan leluasa dalam menentukan modul kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan kemampuan peserta didiknya, (4) orang tua dan masyarakat dapat secara aktif terlibat dalam pelaksanaan program kebahasaan daan kesastraan di sekolah, (5) sekolah dapat menyusun program pendidikan tentang kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan keadaan peserta didik dan sumber belajar yang tersedia, (6) daerah dapat menentukan bahan dan sumber belajar kebahasaan dan kesastraan sesuai dengan kondisi dan kekhasan daerah dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional.

    Berdasarkan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang sudah dicantumkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar tersebut sekolah sebaiknya menyusun KTSP yang merupakan kirukulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasingg-masing satuan pendidikan.

 B. Tujuan

     Tujuan  penulisan modul ini  adalah sebagai berikut.

  1. 1.    memantapan pemahaman guru tentang  pengertian menulis, karakteristik menulis, jenis-jenis tulisan, teknik-teknik menulis, langkah-langkah menulis, dan kendala-kendala kendala di dalam menulis;
  2. 2.    meningkatkan kecakapan guru di dalam pengajaran menulis.

C. Ruang  Lingkup

Bersarkan tujuan di atas, ruang lingkup pembahasan modul ini mencakup materi-materi berikut: (1) pengertian menulis, (2) karakteristik menulis, (3) jenis-jenis tulisan, (4) teknik-teknik menulis, (5) langkah-langkah menulis, dan (6) kendala-kendala kendala di dalam menulis. Materi-materi tersebut dikaitkan dengan kepentingan guru di dalam pengajaran menulis di MTS

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh  semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Ketrampilan Mendengarkan

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Selamat bergabung dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia kita mengenal empat keterampilan berbahasa yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Pada pertemuan ini kita akan membahas keterampilan mendengarkan. Melalui modul ini Anda diharapkan  dapat memahami konsep,fungsi, ruang ligkup dan strategi peningkatan keterampilan berbahasa Indonesia lisan. Modul ini bukan hanya membawa Anda ke tujuan pembelajaran, tapi juga mengetahui komponen-komponen yang terlibat dan yang dapat meningkatkan serta mengembangkan keterampilan Anda dalam berbahasa lisan.

Dalam berkumunikasi kita mengenal bahasa sebagai alatnya. . Pada saat menggunakannya dapat dilakukan melalui reseptif  yaitu melalui mendengarkan dan membaca dan produktif melalui berbicara dan menulis. Pemeroleh keterampilan mendengarkan dan berbicara  adalah melalui keluarga dan masyarakat atau non formal. Sedangkan keterampilan membaca dan menulis pemerolehannya di sekolah atau pendidikan formal.

Keterampilan mendengarkan  salah satu alat komunikasi yang sangat penting  dimiliki setiap orang terutama dalam menjalankan kontak sosial dengan orang lain. Kepandaian mendengarkan tidak terbatas hanya dalam pengertian pandai atau terampil saja, melainkan kepandaian itu harus dikaitkan dengan  sopan santun dan sesuai  dengan tatacara atau tatanilai yang kita anut sebagai bangsa yang memiliki moral agama dan moral kebangsaan.

Dalam kehidupan sebagian aktivitas  mendengarkan dan berbicara rutin dilaksanakan yang membuat kita merasa suatu kebiasaan yang lumrah tidak memiliki peraturan. Padahal baik buruknya hubungan sosial sangat tergantung saat kita menjalankan aktivitas salah satunya adalah mendengarkan.

Dalam kehidupan, banyak kita temui orang yang arif dan bijaksana.  Orang tersebut dapat dipastikan adalah orang yang memiliki kesopanan berbicara dan mendengarkan. Oleh karena itu keterampilan tersebut harus dibina dari usia dini sampai ke jenjang pendidikan formal..

Dalam pendidikan formal keterampilan mendengarkan sudah dilatihkan mulai dari jenjang TK sampai pendidikan tinggi. Saat  melatihkannya keterampilan itu dimulai dari hal yang paling mudah sampai yang sukar. Hal ini dianggap penting karena dengan kemampuan mendengarkan yang baik maka kemampuan dalam menulis dan berbicara diharapkan akan baik. Meningkatnya kepentingan dan kegunaan mendengarkan ini dibuktikan  adanya pengakuan yang sama dengan ketiga keterampilan lainnya dalam Kurikulum Bahasa Indonesia. Keterampilan mendengarkan ini dapat dilihat pada  kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra.

B. Tujuan

               Adapun tujuan dari penulisan modul ini adalah  agar  guru memiliki  dan mampu mengembangkan:

  1. Memahami konsep atau pengetahuan keterampilan mendengarkan .
  2. Memperoleh wawasan baru tentang konsep pembelajaran mendengarkan dari berbagai bahan atau materi.
  3. Memahami  proses pembelajaran mendengarkan.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup dalam modul ini meliputi:

  1. Konsep mendengarkan
  2. Tahap-tahap mendengarkan
  3. Jenis mendengarkan
  4. Tujuan mendengarkan
  5. Syarat-syarat pendengar yang baik
  6. Faktor yang mempengaruhi dalam mendengarkan.
  7. Cara meningkatkan daya mendengarkan.
  8. Perilaku yang buruk dan baik dalam mendengarkan.
  9. Alasan untuk mendengarkan

10. Model pembelajaran mendengarkan.

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Pembelajaran Membaca

PEMBELAJARAN  MEMBACA 

I.     Pendahuluan

A.       Latar Belakang

 Berhasilnya suatu kegiatan  pendidikan sangat tergantung pada pengetahuan, sikap, nilai, keterampilan dan komitmen para pelaksana utamanya  yaitu guru-guru. Bahan ajar pembelajaran keterampilan membaca tingkat lanjut ini disiapkan sebagai lanjutan dari bahan ajar keterampilan membaca tingkat dasar yang  digunakan oleh para instruktur di dalam melatih para peserta diklat tingkat lanjut. Bahan dan materi dapat disesuaikan bila dianggap kurang tepat atau bertentangan dengan norma, praktik budaya daerah yang melaksanakan.

            Bahan ajar ini disajikan dalam beberapa bagian antara lain : teori membaca, faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran membaca dan macam-macam pembelajaran membaca yang dapat digunakan oleh para peserta diklat.

            Model pembelajaran yang terdapat dalam bahan ajar ini hanya sebagian dari model pembelajaran membaca yang ada. Untuk itu para peserta dituntut untuk menyesuaikan dengan model yang ada, memodifikasikan model, mencari model pembelajaran yang lain sesuai dengan kurikulum yang berlaku, kebutuhan siswa, dan sarana /prasarana yang ada di sekolah.

B.       Tujuan 

            Pada akhir kegiatan para peserta diharapkan dapat merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memantau, dan menilai kegiatan pembelajaran  membaca serta mempersiapkan bahan /materi dan peralatan yang diperlukan dalam proses pembelajaran keterampilan membaca dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran yang dinamis serta penilaian pembelajaran membaca dan tindak lanjutnya.

C.       Ruang Lingkup

Bahan ajar ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama menyajikan Hakekat membaca dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses membaca serta jenis-jenis atau model pembelajaran keterampilan membaca yang disesuaikan dengan kompetensi standar dan kompetensi Dasar minimal yang harus dicapai oleh satuan pendidikan SMP/MTs. Bagian pertama bahan ajar ini mengulas kembali sedikit tentang apa yang sudah ditulis (bahan ajar tingkat dasar), khususnya tentang hakikat pembelajaran keterampilan membaca dan faktor-faktor yang mempengaruhi proses keterampilan membaca.  

Bagian dua menyajikan model pengembangan pembelajaran keterampilan membaca yang dilengkapi dengan media dan alat evaluasinya sesuai kurikulum yang sedang berlaku.

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Pembelajaran Membaca di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Pembelajaran Ketrampilan Berbicara

KETERAMPILAN BERBICARA

  1. PENDAHULUAN

Selamat bergabung bersama kami dalam pelatihan peningkatan kompetensi keterampilan bagi guru bahasa Indonesia MTS.  Pelatihan dimaksudkan untuk mengembangkan kompetensi Anda sebagai guru bahasa Indonesia yang mencakupi: penguasaan materi keterampilan berbicara, materi pembelajaran, dan kemampuan mengevaluasi.

      Menurut  Anda, apakah “keterampilan berbicara” perlu diajarkan? Bukankah Anda dan peserta didik Anda sudah terbiasa menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi?

Keterampilan berbahasa (berbicara) siswa dalam komunikasi sehari-hari misalnya, berbincang-bincang dengan teman di luar sekolah atau di luar kegiatan formal merupakan salah satu sisi dari kemampuan berbahasa Indonesia. Seorang yang mahir berkomunikasi dengan temannya belum tentu terampil menggunakan bahasa Indonesia dalam berpidato pada suatu upacara, memberi petunjuk, bercerita (secara formal), berwawancara, dan sebagainya.

        Oleh karena itu, seorang guru dalam mengajarkan keterampilan berbicara diharapkan dapat memberikan dorongan kepada siswa melalui perencanaan dan pelaksananaan pembelajaran bahasa dengan baik.    

 Pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya  berbicara di  SMP merupakan kelanjutan pembelajaran “berbicara” di SD. Bila pembelajaran di  SMP baru merupakan  dasar dan masih mengenai hal-hal yang sederhana, pembelajaran di SMA sudah merupakan pengembangan dari pembelajaran yang diberikan di tingkat sekolah lanjutan tingkat  pertama.

Dalam kegiatan pembelajaran, berbicara, mendengarkan, membaca, menulis, kebahasaan dilakukan secara terpadu. Berbicara merupakan kegiatan yang praktis dan taktis karena kapan saja, siapa saja, dan di mana saja orang berbicara untuk berkomunikasi. Bahkan terhadap bayi  yang belum mampu berbahasa pun orang menyapa dengan berbicara.

  1. Tujuan

Sesuai dengan  standar kompetensi  yang  dimiliki  dan dikembangkan oleh  guru bahasa Indonesia di SMP, bahan ajar  ini bertujuan  memberikan  kemampuan  kepada Anda  tentang pemahaman konsep berbicara dan konsep pembelajaran berbicara.

Secara rinci, tujuan yang ingin dicapai  berdasarkan kompetensi yang ada dalam modul ini antara lain,  sebagai berkut.

1.  Anda diharapkan  menguasai konsep berbicara yang berkaitan  dengan hakikat berbicara, jenis berbicara, dan teknik berbicara.

 2. Anda diharapkan  terampil dalam pembelajaran keterampilan berbicara di  SMP yang mencakupi kemampuan memilih materi, menentukan metode, media, dan melaksanakan evaluasi.

  C. Ruang Lingkup

    Ruang lingkup pembahasan pada bahan ajar  ini mencakupi hal-hal sebagi berikut :  Bahan ajar ini  diawali dengan informasi mengenai latar belakang pembelajaran bahasa Indonesia khususnya “berbicara”, dan tujuan. dilanjutkan  dengan pembahasan mengenai  materi  berbicara yang terdiri atas: konsep berbicara, peranan  berbicara, faktor-faktor penentu kegiatan berbicara, tujuan berbicara, jenis berbicara.  Bagian berikutnya adalah  pembelajaran berbicara yang mencakupi :  pemilihan materi, metode, dan penilaian. Bagian yang terakhir  adalah rangkuman. Untuk   melengkapi  bahan ajar ini, disajikan bahan evaluasi.

D.  Manfaat

        Bahan ajar ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan teori keterampilan berbicara dan pembelajarannya. Dengan mempelajari bahan ajar ini Anda diharapkan memperoleh (a) pemahaman tentang teori, keterampilan berbicara, (b) dan pengembangan keterampilan pembelajaran berbicara di MTS.

E. Strategi

         Setelah Anda memahami tujuan dan manfaat mempelajari bahan ajar ini,bacalah seluruh ini bahan ajar ini dan  diskusikanlah bersama sahabat Anda hal-hal yang menarik perhatian.  Selesai Anda membaca, jawablah pertanyaan yang terdapat pada pelatihan bahan ajar ini.

F. Hasil yang Diharapkantelah Anda menyelesaikan pelatihan ini, Anda diharapkan 

 1. menguasai teori berbicara;

2. terampil berbicara dengan baik dan benar, khusus  keterampilan yang akan   Anda ajarkan di MTS;

3. terampil dalam membelajarkan keterampilan berbicara yang mencakupi: pemilihan media, penggunaan metode, dan pelaksanaan penilaian

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul kebahasaan Guru di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”