Laboratorium Komputer & Multimedia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Kelembagaan

Madrasah Tsanawiyah Falakhiyah Jampet Kec. Ngasem Kab. Bojonegoro berada dalam naungan Yayasan Pendidikan Islam Falakhiyah ( YASPIFA ). Badan hukum yang menaungi YASPIFA dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran adalah berdasarkan pada AKTA PENDIRIAN YAYASAN Nomor : 4/200 tanggal 25 Mei 2000 Akte Notaris ENI ZUBAIDAH, SH.

Adapun susunan kepengurusan Yayasan Pendidikan Islam falakhiyah dari periode ke periode sebagai berikut :

 

PERIODE KEPENGURUSAN 2000 – 2005

Penasehat                : K. Sa’dullah

Ketua umum            : KH. Masran Nur Aziz

Wakil ketua               : H. M. Maliki

Sekretaris                 : AM. Zaenuri

Bendahara               : Judi

Anggota                    :

  1. Radi
  2. H. Nur Hasyim
  3. Hj. Binti Hisbiati, BA
  4. Abdul Hadi
  5. M. Kusnan, A.Ma.

PERIODE KEPENGURUSAN 2005 – 2009

Penasehat                 : KH. Abd. Hamid

Ketua umum             : KH. Masran Nur Aziz

Wakil ketua                : H. M. Maliki

Sekretaris                  : M. Kusnan, S.PdI

Bendahara                : H. Judi

Anggota                     :

  1. M. Fauzi, S.Ag
  2. M. Zaenuri, S.Pd
  3. Hj. Binti Hisbiati, BA
  4.  Suprapti
  5. Abdul Hadi
  6. M. Kusnan, A.Ma.
  7. K. Muhaimin

PERIODE KEPENGURUSAN 2009 – 2013

Penasehat               : Sahiruddin

Ketua umum           : KH. M. Maliki, A.Ma

Wakil ketua              : K. M. Ali Muhtar, S.Si

Sekretaris                 : Moh. Thoyyib, S.Pd

Bendahara               : Abdul Hadi

Anggota                    :

  1. Drs. Darmuji, M.Pd.
  2. M. Fauzi, M.PdI
  3. Sri Purbawanti, S.PdI
  4. Endang Sulistyowati, S.PdI
  5. Hj. Binti Hisbiati, BA
  6. Marni, S.PdI
  7. Moh. Ali Mas’udi, S.PdI
  8. Abd. Rosyid

Tokoh Pendiri

TOKOH PENDIRI

Karena kurangnya bukti secara tertulis, sehingga tokoh-tokoh yang terlibat pada saat pendirian MTs. Falakhiyah hanyalah berdasarkan penuturan secara lisan. Adapun tokoh-tokoh tersebut, diantaranya :

  1. Syech KH. Choeruddin
  2. KH. Abdul Hamid
  3. KH. Masran Nur Aziz
  4. KH. Sa’dullah
  5. KH. M. Maliki
  6. H. Rodli As’ad
  7. H. Nur Hasyim (Alm)
  8. K. Nur ‘Amin
  9. K. Mustajab
  10. K. Abd. Rohman
  11. H. Judi
  12. H. Ibrahim
  13. H. Choiri
  14. Para Tokoh masyarakat dan masayich Desa Jampet dan sekitarnya.

 

PENGAKUAN DAN PENGESAHAN DARI INSTANSI

Secara kronologis pengakuan – pengakuan dan persetujuan yang telah diberikan oleh beberapa instansi terkait sehubungan dengan pendirian dan keberadaan MTs. Falakhiyah, antara lain berasal dari :

  1. Pimpinan Wilayah LP. Ma’arif NU Jawa Timur dengan nomor piagam : B-3007184, tertanggal 11 Romadlon 1406 H / 20 Mei 1986, perihal rekomendasi dinyatakan terdaftar sebagai anggota pada Lembaga Pendidikan Ma’arif Wilayah Jawa Timur.
  2. Kepala Kantor Wilayah (kakanwil) Departemen Agama Propinsi Jawa Timur dengan nomor piagam W.m.06.02/1322/B.Ket./1988, tertanggal 12 Oktober 1988, perihal rekomendasi TERDAFTAR dan diberikan hak menurut hukum untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran.
  3. Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Timur dengan nonor piagam jenjang akreditasi Wm.06.03/PP.03.2/000263/Skp/1995, tertanggal 20 Januari 1995, perihal rekomendasi jenjang akreditasi DIAKUI dengan Nomor Statistik Madrasah 212352216032.
  4. Pimpinan Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur dengan nomor piagam B-03080008, tertanggal 08 Dzulhijjah 1424 H/30 Januari 2004 M, perihal TERDAFTAR sebagai anggota pada LP. Ma’arif NU Wilayah Jawa Timur dan berhak mendapatkan bantuan, bimbingan, dan pembinaan dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sesuai dengan tatakerja dan ketentuan lembaga yang berlaku.
  5. Kepala Departemen Agama Kantor Wilayah Propinsi Jawa Timur dengan nomor piagam C/Kw.13.4/MTs/647/2005, tertanggal 24 Agustus 2005, perihal pemberian piagam akreditasi dengan peringkat C (cukup).
  6. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, tertanggal 1 September 2008, perihal pemberian sertifikat Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dengan NPSN : 20504367.
  7. Kepala Departemen Agama Kabupaten Bojonegoro  dengan nomor piagam Kd.13.22/1/PP.01.1/672.485/2009, tertanggal 17 Maret 2009, perihal pemberian Nomor statistik baru dengan NSM : 121235220029.
  8. Pimpinan Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Timur dengan nomor piagam B-03080008, tertanggal 18 Robiutsani 1430 H/14 april 2009 M, perihal TERDAFTAR sebagai anggota pada LP. Ma’arif NU Wilayah Jawa Timur dan berhak mendapatkan bantuan, bimbingan, dan pembinaan dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sesuai dengan tatakerja dan ketentuan lembaga yang berlaku.
  9. Kepala  Departemen Pendidikan nasional RI, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), tertanggal 21 Oktober 2009 dengan peringkat B (baik).

Bahan ajar Penelitian Tindakan Kelas

KONSEP DASAR DAN PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Menurut Kemmis (1988), penelitian tindakan adalah suatu bentuk peneli- tian refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktik yang dilakukan sendiri. Dengan demikian, akan diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik dan situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan. Terdapat dua hal pokok dalam penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini akan mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu; (1) untuk memperbaiki praktik; (2) untuk pengembangan profesional dalam arti meningkatkan pemahaman para praktisi terhadap praktik yang dilaksana- kannya; serta (3) untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan.

Komponen-komponen di dalam kelas yang dapat dijadikan sasaran PTK adalah sebagai berikut.

  1. Siswa, antara lain perilaku disiplin siswa, motivasi atau semangat belajar siswa, keterampilan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah dan lain-lain.
  2. Guru, antara lain penggunaan metode, strategi, pendekatan atau model pembelajaran.
  3. Materi pelajaran, misalnya urutan dalam penyajian materi, pengorganisasian materi, integrasi materi, dan lain sebagainya. 
  4. Peralatan atau sarana pendidikan, antara lain pemanfaatan laboratorium, penggunaan media pembelajaran, dan penggunaan sumber belajar.
  5. Penilaian proses dan hasil pembelajaran yang ditinjau dari tiga ranah (kognitif, afektif, psikomotorik).
  6. Lingkungan, mengubah kondisi lingkungan menjadi lebih kondusif misalnya melalui penataan ruang kelas, penataan lingkungan sekolah, dan tindakan lainnya.
  7. Pengelolaan kelas, antara lain pengelompokan siswa, pengaturan jadwal pelajaran, pengaturan tempat duduk siswa, penataan ruang kelas, dan lain sebagainya.

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Pendidikan karakter bangsa

10 tanda-tanda zaman sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran,  yaitu:(Lickona. Educating for Character: How our school can teach respect & responsibility., New York Bantam Books, 1992:12-22)

1.  Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja;
2.  Membudayanya ketidak jujuran;
3.  Sikap fanatik terhadap kelompok/peer group;
4.  Rendahnya rasa hormat kepada orang tua & guru;
5.  Semakin kaburnya moral baik & buruk;
6.  Penggunaan bahasa yang memburuk;
7.Meningkatnya perilaku merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol, & seks bebas;
8.Rendahnya rasa tanggung jawab sebagai individu & sebagai warga  negara;
9.  Menurunnya etos kerja & adanya rasa saling curiga;
10. Kurangnya kepedulian di antara sesama.

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, taufiq, dan hidayahNya, sehingga Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyelesai­kan Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar ini dikembangkan oleh tim adhoc selama delapan bulan pada tahun 2006. Tim adhoc ini dibentuk oleh BSNP, dan anggota tim ini terdiri dari para ahli dan praktisi bidang pendidikan. Alhamdulillah standar proses ini telah menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 41 tahun 2007, tentang Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pengembangan standar proses ini melalui perjalanan yang cukup panjang yaitu: temu awal, pengakajian bahan da­sar, pengumpulan data lapangan, pengolahan data lapangan, penyusunan naskah akademik, per,.yusunan draf standar, re­viu draf standar dan naskah akademik, validasi draf standar dan naskah akademik, lokakarya pembahasan draf standar dan naskah akademik, pembahasan draf standar dengan Unit Utama Depdiknas, finalisasi draf standar dan naskah akademik untuk uji publik, uji publik yang melibatkan pihak-pihak terkait dalam skala yang lebih luas, finalisasi draf standar dan naskah akademik, dan terakhir rekomendasi draf final standar proses dan naskah akademik. BSNP juga membahas dalam setiap perkembangan draf standar dan naskah akademik.

BSNP menyampaikan penghargaan dan ucapan terima­kasih kepada semua anggota tim ad hoc yang telah bekerja giat dengan semangat yang tinggi serta kepada semua pihak yang telah memberi masukan pada draf standar proses dan naskah akademiknya. Semoga buku ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pendidikan di setiap ting­kat dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Jakarta, November 2007,

Ketua,

Prof. Djemari Mardapi, Ph.D

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”

Teori-Teori Yang Berorientasi Kepada Teks

I. Pendekatan-Pendekatan Struktural

Pendekatan-pendekatan struktur terhadap karya sastra merupakan tanggapan terhadap pendekatan sastra selama ini yang melihat makna suatu karya berdasarkan unsur-unsur yang berada di luar karya tersebut, seperti adanya asumsi dasar yang menyatakan bahwa suatu karya yang baik menyatakan kebenaran yang dialami manusia atau pengarangnya sendiri. Pendekatan struktural mencoba membawa peneliti sastra untuk kembali melihat kepada teks sebagai sumber kajian. Teks itu sendirilah yang akan berbicara kepada peneliti dan melalui teks makna suatu karya sastra dapat dijelaskan tanpa perlu menghubung-hubungkannya dengan unsur-unsur di luar teks itu sendiri.

Dalam sebuah esei tahun 1968, Roland Barthes meletakan pandangan strukturalis  dengan sangat kuat. Ia menyatakan bahwa penulis hanya mempunyai kekuatan mencampur tulisan-tulisan yang telah ada sebelumnya, mengumpulkan, atau menyusunnya kembali. Menurut Barthes, penulis tidak dapat menggunakan tulisan untuk mengungkapkan diri mereka tetapi hanya mempergunakan kamus bahasa dan kebudayaan yang amat luas itu yang selalu telah tertulis.  Teks adalah tempat kita masuk ke dalam penyatuan secara sprituil atau humanistik dengan pikiran dan perasaan pengarang (Selden, 1991:53).

Prinsip kerja struktural berkembang dengan pesat dan memasuki wilayah berbagai disiplin ilmu setelah Saussure mengembangkan pendekatan ini dalam kajian linguistik, sehingga ia dianggap juga sebagai pakar linguistik strukturalis. Dalam bidang  sastra, kajian struktural ini dirintis oleh kaum Formalis Rusia. Namun, perkembangan struktural di Rusia berjalan sangat lambat karena terhalang oleh pelarangan Stalin.

Pada perkembangan selanjutnya, strukturalisme meluas ke luar Rusia.. Negara yang disinggahi oleh strukturalisme, antar lain, Perancis dan Amerika. Di Perancis aliran ini masuk pada tahun 60-an. Akan tetapi, di Perancis pun strukturalisme tersandung oleh penolakan Sartre yang terpengaruh oleh Marxist. Meskipun mendapat tantangan pada awalnya, strukturalisme mengalami perkembangan di Perancis.Adabeberapa nama yang tercatat sebagai pakar yang mempopulerkan strukturalisme di Perancis. Mereka adalah Levy-Strauss, Roland Barthes, Todorov, Genette, Bremond, dan Greimas (Zaimar, 990:4).

Di tangan para pakar Perancis, Strukturalisme mengalami berbagai perubahan. Greimas dan Gennete, misalnya mempertajam teori-teori ke arah struktur naratif, sedangkan Roland Barthes mengemukakan teori tentang semiologi. Untuk kepentingan penulisan ini, akan dijelaskan secara ringkas beberapa teori tersebut yang semuanya merupakan teori yang mengacu kepada teks sebagai landasan kritiknya.

Selengkapnya bisa anda download disini

Terima kasih telah mengunduh modul Ketrampilan Mendengarkan di Madrasah Tsanawiyah, semoga bermanfaat bagi kemajuan Bapak/Ibu Guru dan pendidikan di Indonesia.

” Tuliskan saran/kritik/komentar anda untuk perbaikan blog ini”